Kamis, 10 Desember 2009

Cerita Serem...

Keturunan Suku Kanibal Minta Maaf

“ Maaf karena kami telah memakan kakek buyut anda, “ ucap salah seorang warga pulau pedalaman, mewakili nenek moyangnya yang telah memakan Pendeta John Williams, 170 tahun silam.

Charles Milner-Williams, 65, tunduk dalam diam ketika menerima permintaan maaf seorang wakil penduduk Pulau Erromango. Ia memang tidak pernah mengenal kakek buyutnya. Namun, selama bertahun-tahun Charles terus saja mendengar cerita mengerikan dibalik tewasnya sang kakek buyut.

Kanibalisme sedang marak di kepulauan Pasifik ketika pendeta John Williams mengunjungi Pulau Erromango, 170 tahun silam. Sebagai misionaris, ia melabuhkan kapal kecilnya di Erromango untuk menyebarkan agama Kristen.

Pada masa itu, Erromango, kini bagian dari Vanuatu, dihuni penduduk asli yang sarat dengan aksi kanibalisme atau memakan manusia. Williams dan rekannya, James Harris, tidak pernah menyangka bahwa mereka akan menemui ajal di pulau ini dengan cara seperti itu.

Kapal Camden yang membawa sejumlah misionaris menepi ke Pantai Erromango. Williams dan Harris lantas menyusuri tepi pantai menuju ke kawasan hunian penduduk asli Erromango. Dapat dibayangkan bagaimana dua orang kulit putih berjalan di tepi pantai danpenduduk asli Erromangoyang melihat dari kejauhan merasa sangat heran.

Selama ini, desa terpencil mereka tisak pernah sekalipun dikunjungi orang asing. Terlebih sejakmereka menyantapdua pria kulit putih yang sedang asyik berbincang sambil menyusuri pantai.

Kapten kapal Camden yang menjadi saksi mata peristiwa mengerikan ini pernah berkisah, penduduk asli Erromango berlari ke arah kedua misionaris. Beberapa penduduk berhasil memukul Harris dengan alat pentung selama beberapa kali. Harris akhirnya meninggal dunia di atas pasir Erromango.

Williams berhasil lari kembali ke pantai namun akhirnya rubuh terkena anak panah penduduk Erromango. Williams pun menemani Harris, menghembuskan nafas terakhir di atas pasir putih.

Beberapa hari kemudian, kapal milik Angkatan Laut (AL) Inggris bertolak menuju pulau Erromango. Pihak AL melakukan investigasi dan menemukan fakta bahwa kedua misionaris telah “dimakan” dalam arti sebenarnya. Penduduk Erromango mengaku telah memakan Williams dan Harris, beberapa saat setelah keduanya tewas.

Kini, belasan decade setelah peristiwa mengerikan menimpa dua missionarris asal Hampshire, keturunan kaum kanibal Erromango menyampaikan permintaan maaf untuk mewakili kebrutalan kakek moyangnya.

Dalam acara khusus ini, Charles menyatakan kesediaanya untuk membantu biaya penyidikan seorang gadis 17 tahun asal Erromango.

“ saya sempat menyangka bahwa perasaan kehilangan yang dalam tidak akan pernah hilang dari kehidupan saya. Ternyata saya dapat keluar dari lingkaran kesedihan. Hanya waktulah yang dapat menyembuhkan luka dan duka ini. “ ujar Charles.

Sumber : Sindo

Sungguh sadiz…. Ternyata di dunia ini masi ada kanibalisme, apa lagi tinggal di satu pulau dan memiliki keturunan banyak.

Sungguh sangat di sayangkan, mmm….jika tidak ada manusia yang tidak sengaja datang ke tempat itu, mereka makan apa ya….????

Apa makan temannya, keluarganya, atau rakyatnya demi bisa hidup.

Apa tidak bisa gitu makan daging sapi, kambing, burung, atau burger, pizza, kenapa harus manusia c…… Oh…Nooooo

Hmmm. Saya berharap di Indonesia tidak ada kanibal, cukup SUMANTO saja, tidak ada sumanto lainnya hehheeee….. (tapi itu dulu sekarang sumanto udah berubah jadi makan nasi kan… hihhih)

0 komentar:

Poskan Komentar