Kamis, 17 Desember 2009

Berita terkini

Merah Putih Menuju Peringkat Ketiga

Friday, 18 December 2009 (http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/291246/38/)
ImageEKSPRESI KEMENANGAN, Pasangan ganda putra Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan meluapkan ekspresi mereka usai mengalahkan pasangan Malaysia, Koo Kin Keat/Tan Boon Heong.

VIENTIANE (SI) – Target Indonesia menempati posisi ketiga SEA Games 2009 Laos kemungkinan tercapai. Sampai tadi malam, Kontingen Merah Putih mengoleksi 43 medali emas, 53 perak, dan 73 perunggu. Benar pada hari ini masih dipertandingkan beberapa partai final, tapi itu kemungkinan tidak akan memengaruhi posisi Indonesia di klasemen perolehan medali.Artinya,Malaysia yang kini berada di posisi keempat dengan 40 medali emas, 40 perak, dan 49 perunggu hampir tidak mungkin lagi menyusul Indonesia.

Apalagi, Singapura yang berada di posisi kelima dengan 37 emas, 34 perak, dan 49 perunggu.Sementara posisi juara umum hampir dipastikan dipegang Thailand. Sampai tadi malam, Thailand mengoleksi 84 medali emas, 80 perak, dan 95 perunggu. Disusul Vietnam dengan 81 emas,71 perak, dan 57 perunggu. ”Posisi Indonesia sudah tidak mungkin dikejar lagi.

Apa pun hasil dari pertandingan besok (hari ini), itu tidak akan memengaruhi posisi Indonesia,” tandas Wakil Chief de Mission Indonesia Djoko Pramono kepada harian Seputar Indonesia (SI) di Vientiane kemarin. Kesuksesan Indonesia tersebut tak lepas dari keberhasilan beberapa cabang olahraga (cabor) merebut medali emas seperti tenis lapangan, bola voli pantai, judo, pencak silat, atletik, dan bulu tangkis.

Bahkan, bulu tangkis mampu menyumbangkan tiga medali emas.Itu berarti bulu tangkis total menyumbangkan 4 medali emas atau hanya meleset 1 dari target 5 medali emas. Untuk tiga medali emas cabang bulu tangkis kemarin diperoleh dari tunggal putra setelah terjadi all-Indonesian final, ganda campuran, dan ganda putra. Adapun ganda putri dan tunggal putri tidak bisa berbuat banyak. Bertanding di Gymnasium I, National Sports Complex,Vientiane, Laos, emas tambahan Indonesia disumbangkan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Meski harus kerja keras,keduanya berhasil menghentikan perlawanan pasangan Thailand Songhon Anugritayawon/Kunchala Vor-avichitchaikul 21-10,20-22,21-9. Emas berikutnya diberikan tunggal putra yang sehari sebelumnya sudah dipastikan milik Indonesia. Pada pertarungan sesama negara itu, Simon Santoso yang berduel melawan seniornya, Sony Dwi Kuncoro, berhak berdiri di podium pertama setelah memetik kemenangan dua set langsung 21-16,21-12.

Bendera Merah Putih kembali berkibar setelah ganda putra terbaik Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan menghabisi lawannya. Salah satu duet terbaik di dunia itu tampil begitu mengesankan dan memaksa duet Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong takluk 21-17,21-17. Bagi Nova, emas yang diraihnya bersama Lilyana memberi cukup arti. Sebab, itu kemungkinan akan menjadi yang terakhir di SEA Games.

Maklum, dia belum menentukan apakah akan tetap masuk tim nasional atau tidak pada tahun depan. ”Saya belum membuat keputusan.Kontrak saya bersama PB PBSI berakhir Januari depan.Lihat saja nanti,”ujar Nova. Hal serupa dikemukakan Lilyana. Dia juga belum bisa menjawab apakah kontraknya akan diperpanjang. Dia lebih memilih mengomentari keberhasilannya meraih emas.

”Senang bisa memberikan medali emas bagi Indonesia. Saya juga mewakili tim putri, yang gagal meraih medali, dengan mempersembahkan kemenangan ini untuk Indonesia,” ucap Lilyana. Dengan tambahan tiga medali emas,cabang bulu tangkis sudah dipastikan menjadi juara umum. Meski demikian, itu tidak menutupi kenyataan bahwa pebulu tangkis Indonesia gagal memenuhi target. Kabid Binpres PB PBSI Christian Hadinata tidak menampik hal ini.Dia mengaku target yang diemban gagal dipenuhi.

”Awalnya kami menargetkan lima medali emas.Tapi,hasil undian ternyata sangat tidak menguntungkan pemain. Semua negara membawa pemain terbaiknya. Berbeda ketika SEA Games 2007 Thailand, peserta yang lain hanya membawa pemain lapis kedua,” kata Christian. Lebih jauh,Koh Chris––sapaan akrab Christian––menyatakan situasi ini turut dipicu lambatnya regenerasi, terutama di sektor putri.”Jujur saja, regenerasi di sektor putri cukup terlambat.

Dari dulu hanya mengandalkan Firda (Adriyanti Firdasari) dan Maria (Kristin Yulianti). Ke depannya harus berani mengirim pemain muda (di turnamen internasional). Sebab, prestasi pemain senior sudah stagnan,”ungkap Christian. Begitu juga dengan ganda campuran.

Christian menyatakan di sektor ini proses pembibitannya tergolong terlambat. Karena itu, agar hal serupa tidak terjadi lagi di SEA Games 2011,pemain muda harus lebih disiapkan. Sementara itu, pada cabang sepak bola Malaysia berhasil merengkuh emas setelah menaklukkan Vietnam 1-0. Gol kemenangan Malaysia dicetak lewat bunuh diri pemain Vietnam Mai Xuan Hop menit ke-84.(*)

Laporan Wartawan SI
M Mirza, M Taufik,
A Yudhistira, dan Iwan S
VIENTIANE

0 komentar:

Poskan Komentar