Rabu, 30 Desember 2009

puisi ku

SuRaT uNtuK SahAbaT

Saat kau tuliskan bahwa aku “penghianat” tergores lah sudah hati ku, aku merasa down… kurasakan batinku sakit… tak pernah aku berpikir untuk jadi seorang penghianat atau seorang yang cari simpati orang-orang untuk menarik perhatian atau agar aku diterima orang lain. Diriku begitu kecewa saat kau tulis kata itu… hingga aku tak terima teleponmu, aku tak mendekatimu, aku tak bicara dengan mu, hmmm….aku jadi bingung harus bagaimana, aku jadi takut untuk berkawan, aku jadi bimbang dalam berkata dan berlaku. Aku orang yang tak bisa melupakan sesuatu begitu saja jika sudah terluka. Mungkin bagi orang lain kata maaf sanggup menenangkan hati, namun bagi ku bukan kata maaf, tapi sikap lah yang buat aku tenang. Kata maaf bisa terucap kapan aja, namun sikap tidak bisa tergambar begitu saja. Butuh proses dan waktu untuk menerima kembali sikap seseorang yang sudah melukai hati ini.

Satu hal yang aku benci selamanya adalah “salah paham”.

“salah paham” buat keadaan yang damai jadi perang.

“salah paham” buat hati yang riang jadi sedih.

“salah paham” buat hati terluka dan saling menjauh.

“salah paham” buat takut untuk memulai suatu hal.

Tak adakah “salah paham” yang buat orang bahagia ????

Meski begitu “salah paham” dapat menjadi pelajaran dalam hidup dan perubaha diri untuk jadi lebih dewasa.

Aku orang yang tak dapat jujur dalam perasaan, kau tahu itu kan…. Jika kau tahu maka ingatlah kata ini “dalam tawaku bukan berarti aku gembira, dan dalam diamku bukan berarti aku takut atau marah..”

Entah apa yang kau pikirkan setelah membaca ini. Aku tak ingin kita saling berprasangka. Aku hanya ingin tak ada lagi “salah paham” diantara kita semua.

Aku tak tahu maksud perubahanmu sekarang, yang aku tahu aku merasa kita begitu asing layaknya teman yang baru kita kenal kemarin sore. Aku merasa apa yang kita semua lakukan ini seperti hanya suatu keharusan atau kewajiban bahwa kita ini adalah “kenal dan teman”.

Maaf jika perubahan yang aku lakukan selama ini buat kau “sakit”. Bahkan mungkin kau juga bingung dengan apa yang aku lakukan. Atau mungkin kau tak terima dengan sikap ku ini. Namun hanya ini yang bisa aku lakukan untuk buat kau mengerti dan merubah dirimu (baik dalam berkata atau bersikap). Terima kasih sudah menjadi bagian dalam cerita dan kenangan perjalanan kedewasaan ku. Terima kasih juga untuk semuanya yang terjadi dan menyadarkan aku untuk berubah sikap, untuk suatu kejujuran dan untuk suatu pertemanan.

Pesan ku untuk mu :

Tidak semua hal dapat diceritakan pada kawan,

Tidak setiap hal yang kita lakukan harus kita beri tahu pada kawan,

Kawan punya kepentingan sendiri,

Kawan terkadang butuh waktu untuk sendiri,

Dan kejenuhan sesorang dapat timbul walau sudah berkawan seumur hidup, namun kejenuhan itu bukan berarti dia bosan atau menyesal telah berkawan.

Karena kita sebagai teman adalah tempat saling menghibur, saling membantu saat saling bercerita masalahnya dan saling memberi apa yang kita butuhkan.

(ini arti teman bagiku)

By : fani Y.R.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

kl ada masalah diceritain baik2 n jgn diem2an ky gitu...
qt tdk blh musuh2an y...
trnyt senyum tdk selalu mencerminkan suasana hati yg sesungguhnya..

Anonim mengatakan...

iya, lgian qt uda gede g bguz musuh2-an, hehe

Poskan Komentar