Minggu, 11 April 2010

Bank Syariah Mandiri



VISI
  • Menjadi Bank Syariah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha.

MISI
  • Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan
  • Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM
  • Merekrut dan mengembangkan pegawai profesional dalam lingkungan kerja yang sehat
  • Mengembangkan nilai-nilai syariah universal
  • Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat.


BUDAYA PERUSAHAAN

Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005, lahirlah nilai-nilai perusahaan yang baru yang disepakati bersama untuk di-shared oleh seluruh pegawai Bank Syariah Mandiri yang disebut Shared Values Bank Syariah Mandiri. Shared Values Bank Syariah Mandiri disingkat “ETHIC”.

Excellence

Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan.

Teamwork
Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi.

Humanity
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius.

Integrity
Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji.

Customer Focus

Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan Bank Syariah Mandiri sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan.

NILAI
Nilai yang hendak ditanamkan adalah dengan mewujudkan wawasan pengelola yang selalu menjunjung nilai-nilai:

Usaha yang tidak kenal lelah untuk meraih yang terbaik dan berguna

Memberikan pelayanan yang terbaik, terbuka, cepat dan berdaya guna

Aktif mengembangkan diri sebagai organisasi pembelajar

Teguh berpegang pada syariah Islam sebagai landasan aktifitasnya

ANALISIS SWOT

Strenght

PT Bank Syariah Mandiri hadir sebagai bank yang mengkombinasikan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya.

Weakness

SDM terbatas

Banyak Masyarakat yang belum mengenal Syariah

Kepercayaan masyarakat terhadap Bank Konvensional (bunga sudah pasti)

Opportunities

SDM berkualitas dan mengerti Syariah

Kepercayaan Masyarakat pada sistem syariah

Threats

Pesaing yang mengatasnamakan dirinya sebagai syariah


By : Fani Yulia R.


0 komentar:

Poskan Komentar