Jumat, 25 Desember 2009

gempa lagi

Subuh Tadi, Maluku Diguncang Gempa 5,8 SR

Liputan6.com, Saumlaki: Gempa berkekuatan 5,8 skala Richter dilaporkan mengguncang di 155 Barat Laut Saumlaki, Maluku, Kamis (24/12), pada pukul 04.37.14 WIB. Pusat gempa diperkirakan berada pada 7.18 Lintang Selatan - 130.16 Bujur Timur dengan kedalaman 90 kilometer. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Terhitung sejak Rabu malam hingga tadi pagi, BMKG mencatat, di wilayah timur Indonesia terjadi sejumlah gempa setelah beberapa kali mengguncang wilayah lain di Indonesia sejak pagi harinya. Pada pukul 23.28.38 WIB, Saumlaki digoyang gempa berkekuatan 5,3 SR dengan kedalaman 102 km. Dan Kamis pada pukul 01.13.18 WIB, gempa berkekuatan 5,0 SR terjadi di 96 km arah Tenggara Tolitoli, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 79 km.



www.yahoo.com

Merujuk data BMKG, kawasan Saumlaki sudah mengalami guncangan gempa sebanyak tujuh kali sejak menjelang pertengahan November 2009. Magnitude gempa berkisar di atas 5,0 dan di bawah 6.0 SR. Sejauh ini gempa yang terjadi tidak mengakibatkan tsunami dan tidak dilaporkan adanya kerugian maupun korban dari warga setempat.(EPN)

Minggu, 04 Oktober 2009

Hmmm..... bencana dimana-mana, entah bumi yang marah atau manusia yang lupa pada-NYA.
Mudah-mudahan segala macam musibah yang menimpa kita dan saudara-saudara kita ini mampu membuat kita sadar diri dan mengenali mana yang baik dan mana yang buruk. Dan Semoga Allah SWT senantiasa membukakan pintu taubat-Nya buat kita semua.


Bumi Indonesia, negeri kita, lagi-lagi dihantam gempa. kemarin tanggal 30 September 2009, wilayah Sumatra Barat, khususnya kota Padang dan Pariaman menerima pukulan berat. Bumi digoncang keras dengan gempa berkekuatan 7,6 skala Richter. Hampir semua gedung bertingkat di Kota Padang runtuh atau rusak berat. Ratusan orang tertimbun dalam reruntuhan gedung. Ratusan lainnya tertimbun tanah. Bahkan ada puluhan anak yang sedang belajar di satu gedung bimbingan belajar tertimbun reruntuhan bangunan. Mengapa semua ini terjadi? Mengapa peristiwa ini menimpa bumi Minang yang terkenal dengan semboyan ”Adat bersendi syara’ dan syara’ bersendi Kitabullah”. Dan Mengapa ini terjadi? Padahal, baru sebulan lalu, pada awal September 2009, tepat di awal-awal Ramadhan 1430 Hijriah, wilayah kita lain, Jawa Barat bagian selatan, dihantam gempa serupa. Hanya saja, karena lokasi pusat gempa yang jauh dari daerah pemukiman, maka dampaknya tidak sedahsyat gempa di Sumatra kali ini. Namun, waktu itu, gempa sempat membuat panik warga ibu kota Jakarta. Banyak gedung bertingkat sudah bergoyang dan penghuninya berhamburan. Entah rahasia apa yang terkandung dalam Gempa Sumatra. Setiap musibah mengandung banyak makna. Akal kita terlalu terbatas untuk memahami hakekat segala sesuatu dalam kehidupan. Kita tidak mudah paham, mengapa dalam gempa kali ini, begitu banyak anak-anak yang tertimbun reruntuhan gedung. Anak-anak itu sedang belajar. Bukan sedang bermaksiat. Hikmah apa yang terkandung dalam peristiwa semacam ini? Tidak mudah memahami semua itu, sebagaimana juga Nabi Musa a.s. sangat sulit memahami berbagai tindakan Chaidir a.s.www.hidayatullah.com /Dr. Adian Husaini /Depok, 3 Oktober 2009

dari bencana kemarin banyak para ahli yang bilang bahwa gempa disebabkan oleh terjadinya pergeseran lempengan bumi. namun ini harusnya mengingatkan pada kita akan usia bumi. bumi semakin tua dan kehidupan alamnya semakin tak terawat oleh penghuninya. mungkin peristiwa ini menyadarkan kita untuk kembali mengingat Allah SWT dan melindungi bumi tercinta,serta membantu antar sesama (tidak bersikap individual).
Semoga kita masi diberi kesempatan untuk berbenah dan memperbaiki diri. Serta saling membantu dan menjaga, serta melindungi antar sesama makhluk ciptaan-NYA. Amiin.

;;