Sabtu, 16 April 2011
Aku merasa tak ada semangat untuk meneruskan dan melepas masa kuliahku di kampus ini, mungkin terlalu banyak memory yang mengikatku.
Dalam diam aku teringat kebersamaan kita dulu. Namun kini aku merasa asing dengan kehadiran kalian. Aku merasa jauh dengan kalian. Ini sudah terasa semenjak kita salah paham. Meski aku mencoba untuk mengatakan “kita teman” namun hati berkata lain.
Hingga aku merasa
“Musuh yang paling dekat adalah teman. Karena ia tau begitu banyak tentang diri kita, dari negatif hingga positif, namun bagaimana pun juga teman adalah teman, meski terdapat luka namun teman juga dapat menjadi obat”.
Semenjak kita retak,aku mulai tak percaya dengan orang sekitar. Bagiku semua hanya dekat saat butuh pertolongan, dikala sudah sembuh mereka akan lupa siapa yang menolong. Hehe…
Hmmm… entah aku orang yang seperti apa…
Aku butuh support. Aku butuh hiburan. Aku butuh senyuman.
Teman aku rindu kalian yang dulu. Entah hati kita masih sama atau tidak.
Aku tak tahu aku ini bagaimana..
Terasa sepi menghantui ku
Terasa sakit mengingat kalian
Apa yang harus ku lakukan…???
Saat ini aku butuh kalian
Aku butuh senyum kalian
Aku butuh canda kalian
Aku butuh jiwa kalian
Agar aku tak sepi
Tak kosong
Label: Cerita Ku
Sabtu, 19 Februari 2011
Cinta itu membingungkan
Untuk apa kita mengejar cinta jika ternyata cinta ada didekat kita
Untuk apa kita mencari cinta jika ternyata cinta telah menemukan kita
Apa yang ditemui dari cinta???
Apa sebuah kelebihan seseorang untuk menutupi kekurangan kita
Atau sebuah lelucon yang dapat menghibur kita
Atau hanya sebuah kesedihan yang membuat kita untuk terus merasa bersalah
Cinta……???
Sesuatu yang begitu rumit untuk dikatakan
Sesuatu yang memiliki banyak rasa dan makna
Sesuatu yang bisa mengobati dan menyakiti hati
Sesuatu yang membawa perubahan diri seseorang
Sesuatu yang menjadi harapan
Sesuatu yang kejam
Dan sesuatu yang luas dan hanya dapat di temukan pada satu hati, dalam ujung jiwa kita…
Karena cinta orang tersenyum bahagia
Karena cinta orang menangis pilu
Karena cinta orang berperang
Karena cinta orang membunuh
Karena cinta orang berjuang
Karena cinta orang bersabar
Karena cinta orang membantu
Meski tak dapat diungkapkan
Namun dapat dilihat melalui mata telanjang,
Meski bibir berdusta namun mata tak pernah berbohong
Termasuk yang mana cinta yang ku miliki ini…???
Kesepian membawa pada kesendirian
Begitu terasa hidup adalah kekosongan dan kebohongan semata
Tak ada isi tak ada rasa
Namun kala cinta datang dengan caranya
Begitu hidup berarti
Dunia yang tadinya kecil terasa begitu luas
Langit yang begitu besar terasa kecil jika dipandangi
Begitu damai dan tiada henti senyum diwajah
Semua jiwa bersinar
Tak ada satupun yang terlewatkan untuk dibicarakan
Tak ada satupun yang terlupakan untuk disentuh
Tak ada satupun yang tertinggal untuk dirasakan
Namu apa yang terjadi jika cinta dikalahkan oleh selembar uang???
Betapa terasa hati tercabik
Betapa mati hidup ini
Semua cinta semata untuk uang
Begitu banyak kebohongan
Begitu hancur harga diri ini
Tak ada lagi senyum tulus
Yang ada hanya senyum kepuasan dan kengerian yang menyayat jiwa
Tak ada lagu cinta
Tak ada bintang
Tak ada lagi harapan
Tak ada lagi lelucon
Tak ada lagi pelindung
Yang ada hanya saling menjatuhkan
Begitu mencekam jiwa kita
Begitu mati raga ini
Begitu gelap mata ini
Adakah yang dapat mengobatinya….???
Adakah yang dapat membawanya kembali..???
Adakah yang mendengar jeritan ini..???
Akankah selalu terluka batin ini
Akankah begini akhir dunia ini
Begitu bodoh jika kalian tak pernah merasakan cinta…!!!!!
Begitu naïf jika kalian lebih memilih uang…
Kemanakah jiwa yang dapat membuat kalian damai…
Amaaannnnn… senyummmmm……
Kapankah dunia kembali tersenyum… dan berwarna……
Label: Cerita Ku
Jumat, 17 Desember 2010
Tema : Sisi lain kehidupan di Kampus
Judul : kampus ku adalah kampus mu
Cerita ini berkisah tentang Dira yang merupakan mahasiswi dimana dia tidak hanya menjadikan kampus sebagai tempat mencari ilmu saja tetapi juga tempat mendapat teman, cinta dan karir serta pengalaman unik yang akan menjadi kenangan sepanjang hidup menuju kedewasaan.
Orang tuanya bilang “ kuliah itu tidak sama dengan masa SMA, di kampus tidak sama dengan di sekolah”, karena perkataan itulah 5 sekawan ini mulai berpetualang dalam kampus untuk membuktikan apa benar yang dikatakan orang tua kebanyakan.
Seperti mahasiswa pada umumnya, mereka datang ke kampus dan masuk kelas saat jam mata kuliah dimulai dan keluar saat jam telah berakhir. Namun apa yang dilakukan 5 mahasiswa ini selama ada di kampus jika tidak ada jam kuliah…??? Dan apakah mereka pulang saat jam kuliah telah berakhir…??? Lalu apa benar kampus hanya bisa untuk mencari ilmu demi mendapat gelar sarjana saja. Dan bagaimana apa yang mereka dapat selama di kampus…??.
Skenario
Namaku Dira, lengkapnya Saldira Muldista aku adalah mahasiswi jurusan akuntansi tingkat 1. Aku kuliah di sini sebatangkara (alias : tidak ada orang yang aku kenal). Tapi aku sangat yakin kalau aku pasti dapat dan punya teman di kampus ini, meskipun orang tuaku sempat melarang aku kuliah.
“kamu yakin mau kuliah di Gunadarma??” tanya mama.
“iya ma, aku yakin 100% kok. Kenapa ma??” jawabku.
“kamu tidak takut nak, kan tidak ada yang bisa mama titipin untuk menjaga dan mengawasi kamu nanti” tanya mama lagi.
“Ma..ma… aku ini uda besar lho, kenapa mesti dititipin sih, malu ah sama yang lainnya. Uda mama tenang aja deh..” jawabku lagi.
“bukan begitu nak.., dunia kampus itu beda sama dunia sekolah dan teman kuliah itu juga tidak sama dengan teman SMA, mereka itu sangat individu dan pergaulan cukup bebas sayang” ucap mama.
“Ma… tenang saja, anak mama ini akan baik-baik saja, aku janji akan dapat teman baik dan lulus tepat waktu pokoknya, hehe” jawabku sekenanya.
“ya sudah lah kalau begitu mau kamu, besok akan mama urus keperluan kamu kuliah di Gunadarma” mamaku mengakhiri perdebatan kami.
Ya karena perdebatan ini aku semakin mantap untuk masuk di Gunadarma dan akan membuktikan ke mamaku kalau dunia kuliah itu tidak seperti itu.
Saat perkuliahan pun tiba…
“hufth… BT abizzzz, uda jam berapa ini?? Masa belum datang juga nih dosen” grutuku dalam hati. Sambil melihat kanan kiri tanpa sengaja mataku melihat seorang cowok yang tiba-tiba menjadi bingung. Agar tidak canggung nanti di kelas jika dia teman satu kelas maka aku lemparkan senyum manisku,hehehe…. Eh… dia terlihat grogi. sukses hehe…
“hai…!! aku Vira” sapa seseorang yang duduk disebelahku.
“kamu masuk kelas 1eb07 juga y??” lanjutnya.
“eh.. hai juga..!! iya aku di kelas ini juga, o.. ya aku Dira, salam kenal ya” jawabku sambil berjabat tangan dengannya.
Aku mengobrol banyak dengan Vira, mulai dari SMA di mana, sampai alasan kenapa kita masuk akuntansi dan kuliah di Gunadarma. Karena sudah tidak ada bahan pembicaraan lagi dan untuk menghilangkan rasa bosan menunggu dosen maka tanpa sengaja aku melempar pertanyaan saat mataku dan mata cowok itu bertemu kedua kalinya, dan dia terkaget bukan main hehe..
“hmmmm…. Vir kamu kenal cowok yang dekat pintu itu tidak??”
“yang pake kaos putih?? Itu Andra teman ku di SMA, kenapa memangnya Dir???”
“bukan yang itu, tapi yang pake switer coklat Vir hehehe…”
“Oooooooh…. Bilang dong, hehe…, itu Ridwan teman satu kampong sama Ridwan, ada apa sih kamu nanya dia”
“g ada apa-apa kok, Cuma ingin tahu saja coz dari tadi perasaanku bilang dia liatin aku terus… apa dia pernah liat aku di TV mungkin ya??”
“ hahahaha liat kamu di “SERGAP”….”
“sial kamu Vir.. hahahaha”
“Eh… bener dia liatin kamu tuh Dir, perasaan kamu g salah ternyata, cie….. cie…. Hahahaha”
“apa-an sih kamu, diam ah jangan berisik nanti ketahuan yang lain bisa malu kan…”
Karena dosen tak kunjung datang, kita berduapun memutuskan untuk pergi mencoba Internet Longuage (ILONG) yang ada di sebelah perpustakaan. Sambil menyusuri jalan menuju ILONG kita melihat betapa sibuknya penduduk kampus ini. Ada yang sedang bergosip ria di parkiran, ada yang mainin laptop entah apa yang mereka lakukan paling tidak jauh dari buka facebook, terus ada yang nyanyi-nyanyi seperti suara “fead 2 black feat bondan”. “Hmmm…. Apa begini ya sisi lain kehidupan kampus itu” gumamku dalam hati. Ya…. karena yang ada dipikiranku tentang kampus itu adalah penduduknya (mahasiswa) selalu membawa buku banyak dan tebal di tangannya. Lalu berjalan sendirian dengan cuek dan tak peduli pada sekitarnya. Saat hamper sampai di ILONG Vira menghentikan langkahku dan menunjukkan sms yang ada di handphonenya.
Masuk Vir, dosen uda dateng nih… cepetan..
“Eh…. Uda masuk nih, yuk ke kelas Dira??? Dosen uda datang katanya, barusan Andra sms aku nih” suara Vira berbisik padaku.
“ya sudah ayo kita ke kelas sekarang” balasku dengan berbisik.
Saat semua masuk kelas, lagi-lagi secara tak sengaja aku menemukan Ridwan sedang memperhatikan aku, langsung masing-masing dari kami membuang muka ke arah dosen.
“gila ni cowok, maunya apa sih… apa ada yang salah ya sama dandanan aku, atau aku pernah mencuri dirumahnya kok dia ngeliatin aku dengan mata aneh gitu” pikirku dalam hati.
Dua Minggu kemudian……
Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi esok…
Yang kita tahu hanya menjalankan yang terjadi sekarang agar tidak seburuk kemarin…
Dan kita tidak berhak menghapus kejadian kemarin, melainkan kita jadikan pelajaran dan suatu kenangan untuk cerita esok….
Hidup hanya untuk melakukan hal-hal secara berulang..
Meski berulang, tetap saja…… Manusia hidup tidak untuk berbagi perasaan
Melainkan saling melempar pandangan..
Ini berarti rangkaian kata saja tak dapat mengungkapkan perasaan
Tapi dengan pandangan kita dapat berkomunikasi tentang rasa..
Aku hanya sanggup menguntai kalimat ini untuk mengartikan perasaanku sekarang ini. Yah…. Terlalu susah untuk menceritakan semua yang aku rasa, hingga aku teringat kata seorang temanku di SMA “klo aku mau menulis mungkin hidupku akan menjadi berlembar-lembar novel atau menjadi sinetron yang tak bisa ditebak apa dan kapan episode akhirnya”.
Setiap orang punya cerita, punya syair, punya lukisan, punya tarian di setiap perjalan hidupnya. Dan cerita ku, cerita mu, cerita kalian, cerita mereka tidak akan pernah sama, jikalau sama pasti beda akhirnya.
“Mana yang belum…???”
“Sini biar aku yang lanjutin..!!”
“Hallllllloooowwwww…… apa Dira masih ada di sini..???
Aku merasakan sebuah tangan memegang pundakku dan menggeser tempat dudukku.
Tarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan dengan suara Huffffrrrrttttttttttttttttt……!!!!
“Ada apa sih…??? Ganggu aja nih, g liat aku lagi apa nih..?” tanya ku dingin.
“Memang kamu lagi ngapain sih, dari tadi kita perhatikan kamu melamun terus. Tuh liat laptop uda mati dari tadi tapi masih diliatin aja” jawab Vira.
“Hah..??? masa sih…. Aduh… mana belum aku save lagi” kata ku panik.
“Wah bener-bener deh lo Dir, mana tugas dikumpulin besok, gimana nih Nal??” tanya Vira pada Nallya.
“……….” Diam, bingung dan Muka panik.
“……….” Santai aja dan cuek abis.
“……….” Senyum g jelas.
“Hahahahahahahahahahaha…… uda lah Vir, jangan ngerjain Dira liat tuh mimiknya berjuta rasa…” suara Nallya meledakkan kebingunganku.
“Berjuta rasa???? Permen kaliiiiii haahahahahaha” Vira tertawa puas.
“Sial… kalian berdua ngerjain aku ya ternyata…. Huuuu… awas ya tunggu pembalasanku” ungkap ku dengan kesal tapi malu saat aku tahu bahwa laptop itu hanya rehat sementara jika pemakai tak beraktivitas.
“Hahahahahahahaha” kita bertiga tertawa bersama.
Inilah kegiatan kita di kampus jika sedang absen mata kuliah karena alasan mengerjakan makalah untuk tugas besok. Padahal kita baru 2 minggu menjadi mahasiswi dan nih tugas uda dari 2 minggu yang lalu lho…. Parraaaahhhh….
“Woy…. Dir, kamu belum jawab pertanyaan kita nih” tanya vira setelah kita bertiga capek tertawa.
“Pertanyaan yang mana???” aku balik bertanya sambil mengangkat sebelah alisku.
“Nih anak bener-bener deh….!!!”
“Kamu ngelamunin apa sih..??? uda lah jangan mikirin Ridwan terus, pikirin nih tugas kita besok gimana… hehe pisss…???” Nallya menjawab sambil menatap mataku dan senyum menyindir.
“Ridwan..?? ngapain juga aku ngelamunin dia, kaya g ada yang lebih aneh aja selain dia….” ungkapku membela diri.
“yang bener hahahaha…… jadi selama ini dia aneh toh…. Uda 2 minggu masi belum mencoba mengobrol kamu, apa g pengen kamu…??? Hahaha” Vira meledekku.
“uda ah…. Jangan bahas dia lagi”
“hmmmm….. sebenarnya aku masih bingung sama masa depan aku, aku tidak pernah tau tujuanku, keinginanku, sampai perasaanku sebenarnya” jawabku.
Nallya dan Vira mendengarkan penuh perhatian.
“Aku bingung sama hidupku, karena itu juga aku g ingin kita bahas Ridwan dulu, aku senang kok dia selalu memperhatikan aku atau mungkin jika dia ada rasa sama aku tapi di lain sisi aku merasa tidak pantas bangga atas itu semua, aku ini bukan apa-apa, dia terlalu aneh buat aku, hehehe… karena itulah aku belum mencoba menyapa dan ngobrol sama dia..” lanjut ku dengan kepala menunduk dan menahan senyum agar kebohonganku tak terlihat oleh Nallya dan Vira.
“udah Dir, tenang aja ya…. Nanti kita bantu, kan kita teman gitu” ucap Vira pada ku.
“Thanks Guys… kalian memang teman baikku, g salah aku pilih teman hahaha” ungkapku dengan ceria dan tersenyum.
“udah yuk pulang, perpus uda mau tutup nih… “ lanjutku sambil memperlihatkan jam ditanganku pada mereka berdua.
Mereka setuju dan lupa dari rasa penasaran mereka tentang lamunanku tadi. Akhirnya kita pun kembali ke rumah masing-masing.
Lelahku slalu memandangmu
Namun ku hanya bisa tersenyum
Lelah ku slalu menunggumu
Tiada satu kata untukku
Semua yang terasa bahagiakanku
Mungkin kau yang bisa sejukkan aku selamanya….
Ku dengar lirik after pada saluran radio UG, “Jadi teringat Ridwan, sedang apa ya dia??” pikirku. “Ridwan apa kamu tahu jika aku tersiksa selama 2 minggu ini karena ulahmu, mengapa kau berhenti saat aku mulai merasakannya, merasakan sesuatu yang tak jelas, yang menumbuhkan tanda tanya besar dalam diriku”. Aku mengeluh sambil mengingat sesuatu.
Ungkapkanlah semua isi dihatimu bila kau ingikan aku
Katakanlah segera jangan terlalu lama
Karena ku butuh cinta….
Mungkinkah aku terus menunggumu, atau sebaiknya aku yang memulainya duluan…
Tapi bagaimana jika rasamu atau rasaku ternyata berbeda…
Atau apa yang harus aku lakukan jika rasa ini benar…
Ridwan… aku ingin penjelasan darimu, aku ingin kita berjalan seharian sambil mengutarakan apa yang terjadi sebenarnya… selama 2 minggu ini….
Tidak inginkah kamu berhenti menyiksa hatiku… tidak inginkah kamu tahu hatiku….
Apa kamu sudah bosan karena aku tak pernah menyapa dan mengobrol dengan dirimu saat aku di depanmu, di sebelahmu atau di belakangmu..
Ridwan… apa sebenarnya yang kamu cari… dan yang kamu tunggu dari aku.
Dan apa sebenarnya yang aku rasakan ini, hanya sebuah simpati atau perasaan kagum saja…
Rasa penasaran apa ini…
“Dir, temani aku nunggu Nallya ya di BPR (Bawah Pohon Rindang/ tempat duduk untuk ngumpul atau janjian) sebelum kelas masuk” Sapa Vira saat kita bertemu di Gerbang Kampus.
“Ok, sob…” jawabku santai.
Tin…..tin…. suara klakson motor menyapa kami yang sedang duduk, tapi aku tak melihat dari mana asal suara itu karena novel yang aku baca sedang asik.
“Hai… Vir, ngapain di sini…?? G ke kelas??” teriak si pengendara motor yang sedang menghampiri kami. Aku tetap tak berharap ingin tahu siapa orang itu.
“lagi nunggu Nallya nih, kamu sendiri kenapa g cepat-cepat parkir tuh motor kan tinggal 5 menit lagi kita masuk lho..” balas Vira dengan teriak juga.
“Ssstttttt….. g pake teriak g bisa apa kalian!!!” protes ku sambil memegang kuping dan tersadar ketika pegendara motor itu sudah ada di hadapan kita berdua.
“be……ri….sik……tau” lanjut ku dengan gugup saat pengendara motor itu membuka helm yang menutupi kepalanya tadi. Aduh kenapa aku jadi grogi gini, kacau nih…, “lebih baik aku beli air minum dulu ah” pikirku dalam hati.
“Vir, aku beli aqua dulu ya ke depan… haus ni, ok..” ungkapku sambil berdiri.
“ye…. Sini dulu lah, kenalin Wan ni Dira teman sekelas kita” Vira memegang tangan ku dan mengarahkanya pada pengendara itu untuk berkenalan.
“Ridwan….” Sapa pengendara itu membalas jabatan tanganku.
“sial ni Vira, uda kenal tw masa 2 minggu baru kenalan sekarang sih, bikin malu aja deh….” gerutuku dalam hati.
“Sal….di….ra….” balas ku dengan grogi. Ya Allah mimpi apa aku semalam, kenapa aku mesti grogi gini kan malu. Padahal sudah 2 minggu ini aku maenantikan saat seperti ini hehehe……
“aku beli minum dulu ya… uda haus banget nih…. Kalian mw nitip g???” tawar ku pada mereka.
“iya aku mw satu gelas ya” jawab Ridwan dingin.
“baiklah klo gitu…” jawabku sambil melangkah menjauhi mereka.
Lalu aku menoleh ke arah Vira dan berkata “O iy Vir, tunggu aku ya” pinta ku pada Vira.
Huh…. Bodohnya aku, kenapa aku mesti grogi sih… kenapa juga aku mesti menghindar dengan alasan beli minum, padahal kan ini lagi gerimis… huft…..
Saat aku kembali dari membeli minuman ternyata Ridwan sudah tidak ada, yang terlihat hanya Vira dan Nallya.
“nih minumnya….” Entah kenapa aku menawarkan minum pada mereka dengan rasa kecewa yang muncul tiba-tiba.
“kenapa kamu Dir?? Eh….punya Ridwan kamu bawa aja dulu, dia lagi parkir motor nanti ksi di kelas aja katanya”. Vira menjelaskan.
Hah….. apa-apa-an dia, masa aku harus kasi nih minuman sama dia sih… ah lebih baik aku alasan aja ke toilet, jadi biar Vira yang kasi deh hehehe…
Saat mata kuliah terakhir dosen masuk kelas hanya 30 menit, ya sekedar perkenalan saja. Jadi kita pulang cepat deh. Wow senangnya….. bisa lansung meluncur ke 21 nih sama Vira & Nallya dan pastinya tidak jadi pulang malam deh.
Setelah kelas bubar aku dan yang lain langsung keluar dan menuruni tangga.
“hai… vir jadi g kita nonton nih??” tanya ku pada Vira.
“sorry…. Dir aku g bisa nemenin kamu nonton nih, coz ada urusan sama pacar ku nih”. Jawab Vira.
“Oooo…. Ya uda g apa-apa kok, kamu Nallya gimana??” tanyaku pada Nallya.
“Hmmm….aku bisa sih tapi….” Jawabnya ragu.
“tapi aku mw mengantar mamaku dulu ke acara arisan keluarga nih” lanjutnya.
“hah…?? Yauda kalau begitu lain kali saja kita nontonnya deh, sebaiknya aku pulang aja melepas rasa kangenku sama mama, hehehe” ungkapku.
“beneran nih g apa Dir?? Mw diantar sampe depan g??”. tanya Vira dan Nallya bersamaan.
“beneran g apa-apa kok, tenang aja lah…. No problem, uda g usah diantar nanti kalian telat loh sama janjinya”.balasku.
“Ya uda deh kalau gitu… Bye..” Vira mengakhirinya.
Tapi entah kenapa tiba-tiba Vira berkata pada seseorang di belakang kami.
“Hey…. Kita titip Dira ya sama kamu, temenin dia jalan ke depan dan anterin sampai dia bener-bener naik angkutan ya….” Ucap Vira pada orang itu.
Aku bingung dan penasaran siapa sih orang itu, dan akhirnya akupun menoleh ke belakang dan tiba-tiba aku seperti tidak kuat untuk berjalan, detak jantungku bergetar cepat. Kenapa Viraaaaaa…….. kenapa harus RIDWAN lagi sih… ini menyebalkan….
Ku lihat Ridwan tersenyum dan membalas ucapan Vira “Oke Vir”.
“Ayo Dir, bareng ke depan…” suara Ridwan menegurku dingin dan cuek.
“Hati-hati ya Dir, dah….” Nallya berkata padaku.
“Bye…. Bye…” Vira melanjutkan.
“Bye… juga” jawabku dingin.
Akhirnya aku dan Ridwan jalan ke depan menuju gerbang tapi tiba-tiba dia menyuruhku berhenti dan bertanya padaku.
“Dira… rumah kamu dimana??? aku antar y??” tanyanya mengagetkan aku.
“…………..” bingung mw jawab apa.
“Dir, gimana??” tanyanya lagi.
“hah…?? Apa??? Kenapa?? Maaf aku g dengar nih??”dengan bingung aku menjawab seadanya (pastinya jawaban g jelas).
“yah dia tanya balik, ya uda kamu tunggu sini ya. Aku ambil motor dulu.” Jelasnya dengan pelan karena aku masih diam. Refleks ku pegang tangannya dan berkata “ja…. Ja…ngan……………..” hanya ini yang keluar dari bibirku.
“uda tenang aja, aku g akan lama kok ambilnya, Cuma 3 menit, atau kamu ikut ke parkiran ambil motor”. Jawabnya sambil senyum dan melepas tanganku lembut.
Aduh….ada apa sama aku sih… kenapa mesti gugup, ahhhhhhhh….. gimana nih, kalau aku ikut nanti dia piker aku penakut lagi, kalau aku langsung pulang saja nanti dia berpikiran yang bukan-bukan lagi. Kalau aku pulang sama dia nanti dia repot lagi, kan rumahku jauh. Apa aku alasan saja ya mamaku menjemputku. Tapi kasian nanti dia gimana.. huft…..
Tin…tin…. Sebuah motor berhenti disampingku, Ridwan menawarkan helm dan memintaku segera naik dibelakangnya.
“pegang aku erat-erat ya” katanya sambil menarik kedua tanganku untuk melingkar di pinggangnya.
“……………….” Kacauuuuuuuu.
Setelah hari itu aku selalu menghindar jika ada Ridwan. Berjuta alasan aku keluarkan pada Nallya dan Vira untuk dapat menjauh dari Ridwan.
Hingga akhirnya Ridwan meneleponku dengan alasan meminta jawaban tugas buat besok.
“Hallo…. Assalammu ‘alaikum”
“Wa’alaikum salam”
“Apa benar ini nomernya Saldira”
“Iya benar… maaf ini dengan siapa ya…??”
(sepertinya aku kenal nih suara, apa iya dia…??? Tapi mana mungkin dia kan g tahu nomor aku, lagian ngapain juga telepon aku)
“Ini aku Ridwan, Dir….masa g kenal sih sama suaraku hehe”
“hehe Ridwan toh.. ada pa??? tumben kamu telepon nih”
(hah… bener ini Ridwan???? Gilaaa…. ni cowok tahu aja sih nomer hp orang, kalau begini caranya aku harus bersikap pura-pura g tahu dengan dingin aja deh hehehe, semoga sukses)
“g ada apa-apa kok, Cuma mw tanya tugas buat besok saja nih, kamu uda belum Dir.. aku mw nyamain gitu”
“????, bentar ya aku ambi dulu bukunya”
(tumben nanya tugas sama aku, padahal kalau di kelas cueknya minta ampun deh ni cowok… )
“Oke deh”
Aku berlari ke kamar dengan cepat sampai menabrak tembok yang aku pikir itu pintu kamarku. Setelah menemukan yang aku cari aku langsung melanjutkan teleponku tadi.
“Halo…. Ridwan apa masi di sana??”
“Iy masih gimana kamu uda?? Eh ngomong-ngomong aku ganggu g nih Dir??”
“????? Hmmmm…. G kok, tenang aja aku lagi g ada kerjaan“
Pembicaraan ditelepon pun berlangsung lama karena dia banyak bertanya dan minta dijelaskan masalah tugas. Walau kadang-kadang dia bertanya yang membingungkan aku tiba-tiba. Seperti…
“ Dir, besok ke kampus yuk??”
(what???? Ke kampus??? G salah ni anak, kan g ada kuliah gitu besok, apa dia lupa jadwal y…???)
“ngapain??? Kan g ada kuliah??”
“uda jawab aja mau apa tidak itu uda cukup, jangan pake nanya deh”
(wah enak aja ni anak, tapi aku penasaran mw ngapain ya uda deh ikut aja, lagian di rumah juga g ada kerjaan besok)
“oke deh… besok aku ke kampus tapi jam berapa??”
“besok aku jemput kamu di rumah”
“……………??????”
(aduh jadi g enak pake dijemput, ada apa y kira-kira besok di kampus?? Paling juga banyak mahasiswa yang bolak-balik g jelas, atau bawa buku tebal atau yang dandan sok jadi mirip dosen hehe)
“ya udah sekarang istirahat deh kamu uda malam nih…… jangan lupa besok aku jemput kamu di rumah, jadi jangan bangun siang ya… aku malas nunggu”
(uh…. Dasar jelek ni orang, siapa dia berani ngatur begitu, salah sendiri mau jemput, aku aja g minta dia jemput, seharusnya sesuka perutku dong aku mau bangun jam berapa dan berangkat jam berapa, huft… kenapa juga aku mesti bilang dateng ke kampus besok y, SALAH BESAR SEKALI)
“hei….yang minta ditunggu gitu, o y ingat ya aku g minta dijemput jelek”
“iya…..iya…. hehehe, ya uda tunggu aku besok ya say, bye….bye..”
“say…say… sayur apa memangnya….? Iy bye juga deh…” aku mengakhiri dengan sedikit kesal.
(berani sekali dia…..!!!! pertama ngatur aku sekarang bilang “say”, bener-bener cowok yang aneh…… gayanya aja so’ cuek, so’ cool padahal LEBAY ABIZZZZZZ, hahahahahaha)
Tut……tut……tut……tut…… telepon pun berakhir.
Paginya ternyata Ridwan benar-benar menjemput aku dan aku baru sadar kalau hari ini adalah hari minggu. Karena aku bingung dan malu jadi aku ikut aja lah dia ke kampus, hari minggu paling juga g ada apa-apa di kampus, biar dia yang malu salah sendiri ngajak hari libur hehehe…
Tapi ternyata apa yang aku pikirkan salah semua, di hari minggu kampus ternyata rame… g sepi seperti dugaanku. Aduh jadi malu dalam hati nih hehe…
“Ridwan ada acara apa sih di kampus kok rame banget…??? Padahal kan hari minggu” tanyaku penasaran.
“makanya… non… ke kampus tiap hari..!!! hahahaha” ledek Ridwan.
(aku cuma senyum menahan malu)
“Di Kampus kita ini kalau hari minggu rameee karena banyak kegiatan mahasiswa, tuh liat di depan pos satpam banyak yang sedang latihan wushu, di sebelah Gedung 4 juga banyak anak BEM yang lagi berdiskusi buat kegiatan sosial, tuh anak-anak yang pake kemeja itu pada praktikum kebanyakan dari mereka itu orang-orang yang sudah bisa mencari uang sendiri alias uda kerja, trus satu lagi di sana (sambil menunjuk ke depan gerbang)anak-anak jalanan atau pengemis menjadikan kampus ini sebagai tempat latihan mereka yah…. Siapa tahu mereka bisa jadi pemain band atau seniman terkenal hehehe” jelasnya padaku.
“Ooooo….. begitu, tapi yang terakhir tuh kamu menyindir mereka ya hahahahaha”
“hahahahahaha, habis kamu itu masa kampus sendiri g tahu…”
“iya deh…… yang tahu, hihihi”
Kita berduapun bergabung dengan para anak jalanan yang lagi nyanyi di depan kampus. Dan tak ku sangka seorang Ridwan yang cuek menirutku itu ternyata bisa cepat bergabung dengan anak-anak ini, dan kita pun bercanda bersama dan makan bersama mereka, sampai akhirnya Ridwan dan anak-anak ini menyanyikan lagu khusus untukku. Oh……… harus malu atau senang aku saat ini hehehe…
Bila ada di dekatmu
Detak darahku mengencang
Pesona indah dirimu
Buatku mabuk kepayang
Jalan panjang yang kita lalui
bukanlah sebatas mimpi
Baru kini ku merasakan jatuh cinta sesungguhnya
Kau membuat jantung berdebar
Tubuhku bergetar… saat dengar bisikanmu
Kasih… seyummu selalu di hati
Sabarlah menanti ku kan bawa kau pergi
Cerita cinta para pujangga tak seindah kisah kita
Dan tak kan ada yang bisa merangkainya dalam kata-kata
Kau membuat jantung berdebar
Tubuhku bergetar… saat dengar bisikanmu
Kasih… seyummu selalu di hati
Sabarlah menanti ku kan bawa kau pergi
Mereka menyanyikan lagu milik Goliath, Oh…tidak… apa arti sebenarnya lagu ini y, hehe…. Apa benar untuk aku, mereka buat aku salah tingkah nih huhuhuhuhu
hmmm…. Ridwan karena sikap dinginmu itu aku mulai simpati padamu dan dengan sikap yang cuek kamu mengajakku mengenal kampus.
Kamu mengajarkan padaku untuk peduli pada sekitar, menikmati apa yang ada dan terjadi di hadapan kita tidak hanya sekedar menjalankannya saja.
Ridwan… Aku benar-benar menikmati rasa ini, terima kasih Tuhan…… dan terima kasih Ridwan…
Saat aku melamun dan merangkai kata dalam hati, tiba-tiba Ridwan sudah ada di hadapanku… dan memegang tanganku… Oooohhh…. Tidak kenapa aku gugup…… ada apa y???
“Dir…… dari awal perkuliahan aku merasa….” Uncapannya terhenti dan mendadak matanya menatap tajam dan tanpa senyum ke arahku.
“Hmmm???? Serius sekali kamu, ada apa?? Uda cerita aja…” tanyaku dengan bingung.
“aku merasa ada yang membuatku penasaran dengan dirimu, karena aku bingung dengan perasaanku itu akupun bersikap dingin dan cuek atau se-enaknya sama kamu…. Hmmm… maaf y……” Ridwan mengungkapkan isi hatinya dengan jujur.
“iya tenang aja aku tahu kok kalau itu, hehe…… ya uda lah ngapain juga dibahas. Yang penting kita sekarang uda jalan berdua bagiku g ada masalah kok hihhi…” dengan bingung aku menghiburnya.
“bukan itu Dir yang ingin aku dengar dari kamu,,,” ucapnya.
“…………………” (aku bingung).
“aku akan tenang jika kamu benar-benar memiliki rasa yang sama denganku, karena aku suka sama kamu, maaf kalau aku menyiksa perasaanmu mungkin” lanjutnya sambil mengusap kepalaku dengan tangannya.
“hufthhhhh…… kamu benar, itulah yang aku tunggu selama ini. Dan ternyata penantianku tidak sia-sia, hehehe”
“jadi…… sekarang kita berdua…” pertanyaanya berhenti karena terpotong olehku…
“Ssssttttt…… kita jalanin aja, biar mengalir seperti air. Kita nikmatin saja yang terjadi, ini akan lebih menyenangkan. Makasih kamu jujur dan telah mengajari aku akan sesuatu Ridwan”
“Hmmmmmm…… baiklah Dir, aku senang sekali rasanya. Tidak salah aku memilihmu hehehehe” ungkapnya.
“memilih aku buat apa…??? Hayo….??? Hehe” tanyaku sambil bergurau.
“memilih kamu untuk aku ajak jalan ke kampus hari minggu ini, hahahahahaha” ungkapnya lagi.
“huuuu…… dasar, kirain buat apa???” gerutuku.
“ye…… kesal dia, ya uda aku buat SALDIRA MULDISTY MENJADI PACARKU…… SEMOGA KITA BERDUA LANGGENG SAMPAI KAKEK NENEK YA…. wkwkwkwkwkwk….” Teriaknya dengan kencang.
“ah malu tau hahahahaha, RIDWAN Jeleeeeeeekekkekkkkkk”
“Cie………… selamat ya kak……” anak-anak tadinya bernyanyi kini mengantri mengucapkan selamat…
“Smoga cepat punya cucu y” canda mereka
“hahahahaha” kita semua tertawa bersama……
Hmmm… ternyata kampus itu berjuta ceritanya, tidak hanya cerita tentang mahasiswa yang selalu belajar untuk dapat gelar sarjana saja. Tapi juga tempat menghibur diri. Banyak kehidupan di dalamnya. Tidak hanya anak-anak yang mondar-mandir membawa buku tebal, membawa laptop, punya mobil keren, pakai drugs dan lain-lain. Tetapi juga ada kegiatan seperti wishu, kumpulan anak-anak yang aktif dengan organisasi kemahsiswaan, mahasiswa yang peduli dengan lingkungan sekitarnya seperti RIDWAN yang bermain, bercanda dan makan bareng anak jalanan…
Pokoknya tidak hanya seputar perkuliahan yang jadi bahan perbincangan, tapi juga seputar cinta, kerja-an, sahabat, musisi jalanan…… huh….. Dan sepandai-pandainya kita bergaul dengan orang, maka akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Dan yang pasti banyak peristiwa yang bisa kita jadikan kenangan dan cerita buat anak-cucu kita nanti hehehe. Mama…… aku sudah membuktikan kalau perkataan mama itu tidak benar, karena di kampus ini aku tidak merasa sendiri, aku merasa seperti SMA sampai-sampai aku berpikir “ternyata masa indah itu bukan saat SMA melainkan saat KULIAH” hehehe. Aku punya teman, sahabat, dan kekasih yang setia membantu dan menghiburku. Terima kasih Mama, karena ucapan mamalah aku menjadi penuh semangat memilih melanjutkan Kuliah di Gunadarma. Dan terima kasih Kalian yang sudah membuat hidupku di kampus jadi lebih bermakna y… terutama Vira, Nallya dan yang penting Ridwan. Semoga hubungan kita benar-benar sampai kakek-nenek y hehehe………
Label: Cerita Ku
Tema : Sisi lain kehidupan di Kampus
Judul : kampus ku adalah kampus mu
Cerita ini berkisah tentang Dira yang merupakan mahasiswi dimana dia tidak hanya menjadikan kampus sebagai tempat mencari ilmu saja tetapi juga tempat mendapat teman, cinta dan karir serta pengalaman unik yang akan menjadi kenangan sepanjang hidup menuju kedewasaan.
Orang tuanya bilang “ kuliah itu tidak sama dengan masa SMA, di kampus tidak sama dengan di sekolah”, karena perkataan itulah 5 sekawan ini mulai berpetualang dalam kampus untuk membuktikan apa benar yang dikatakan orang tua kebanyakan.
Seperti mahasiswa pada umumnya, mereka datang ke kampus dan masuk kelas saat jam mata kuliah dimulai dan keluar saat jam telah berakhir. Namun apa yang dilakukan 5 mahasiswa ini selama ada di kampus jika tidak ada jam kuliah…??? Dan apakah mereka pulang saat jam kuliah telah berakhir…??? Lalu apa benar kampus hanya bisa untuk mencari ilmu demi mendapat gelar sarjana saja. Dan bagaimana apa yang mereka dapat selama di kampus…??.
Skenario
Namaku Dira, lengkapnya Saldira Muldista aku adalah mahasiswi jurusan akuntansi tingkat 1. Aku kuliah di sini sebatangkara (alias : tidak ada orang yang aku kenal). Tapi aku sangat yakin kalau aku pasti dapat dan punya teman di kampus ini, meskipun orang tuaku sempat melarang aku kuliah.
“kamu yakin mau kuliah di Gunadarma??” tanya mama.
“iya ma, aku yakin 100% kok. Kenapa ma??” jawabku.
“kamu tidak takut nak, kan tidak ada yang bisa mama titipin untuk menjaga dan mengawasi kamu nanti” tanya mama lagi.
“Ma..ma… aku ini uda besar lho, kenapa mesti dititipin sih, malu ah sama yang lainnya. Uda mama tenang aja deh..” jawabku lagi.
“bukan begitu nak.., dunia kampus itu beda sama dunia sekolah dan teman kuliah itu juga tidak sama dengan teman SMA, mereka itu sangat individu dan pergaulan cukup bebas sayang” ucap mama.
“Ma… tenang saja, anak mama ini akan baik-baik saja, aku janji akan dapat teman baik dan lulus tepat waktu pokoknya, hehe” jawabku sekenanya.
“ya sudah lah kalau begitu mau kamu, besok akan mama urus keperluan kamu kuliah di Gunadarma” mamaku mengakhiri perdebatan kami.
Ya karena perdebatan ini aku semakin mantap untuk masuk di Gunadarma dan akan membuktikan ke mamaku kalau dunia kuliah itu tidak seperti itu.
Saat perkuliahan pun tiba…
“hufth… BT abizzzz, uda jam berapa ini?? Masa belum datang juga nih dosen” grutuku dalam hati. Sambil melihat kanan kiri tanpa sengaja mataku melihat seorang cowok yang tiba-tiba menjadi bingung. Agar tidak canggung nanti di kelas jika dia teman satu kelas maka aku lemparkan senyum manisku,hehehe…. Eh… dia terlihat grogi. sukses hehe…
“hai…!! aku Vira” sapa seseorang yang duduk disebelahku.
“kamu masuk kelas 1eb07 juga y??” lanjutnya.
“eh.. hai juga..!! iya aku di kelas ini juga, o.. ya aku Dira, salam kenal ya” jawabku sambil berjabat tangan dengannya.
Aku mengobrol banyak dengan Vira, mulai dari SMA di mana, sampai alasan kenapa kita masuk akuntansi dan kuliah di Gunadarma. Karena sudah tidak ada bahan pembicaraan lagi dan untuk menghilangkan rasa bosan menunggu dosen maka tanpa sengaja aku melempar pertanyaan saat mataku dan mata cowok itu bertemu kedua kalinya, dan dia terkaget bukan main hehe..
“hmmmm…. Vir kamu kenal cowok yang dekat pintu itu tidak??”
“yang pake kaos putih?? Itu Andra teman ku di SMA, kenapa memangnya Dir???”
“bukan yang itu, tapi yang pake switer coklat Vir hehehe…”
“Oooooooh…. Bilang dong, hehe…, itu Ridwan teman satu kampong sama Ridwan, ada apa sih kamu nanya dia”
“g ada apa-apa kok, Cuma ingin tahu saja coz dari tadi perasaanku bilang dia liatin aku terus… apa dia pernah liat aku di TV mungkin ya??”
“ hahahaha liat kamu di “SERGAP”….”
“sial kamu Vir.. hahahaha”
“Eh… bener dia liatin kamu tuh Dir, perasaan kamu g salah ternyata, cie….. cie…. Hahahaha”
“apa-an sih kamu, diam ah jangan berisik nanti ketahuan yang lain bisa malu kan…”
Karena dosen tak kunjung datang, kita berduapun memutuskan untuk pergi mencoba Internet Longuage (ILONG) yang ada di sebelah perpustakaan. Sambil menyusuri jalan menuju ILONG kita melihat betapa sibuknya penduduk kampus ini. Ada yang sedang bergosip ria di parkiran, ada yang mainin laptop entah apa yang mereka lakukan paling tidak jauh dari buka facebook, terus ada yang nyanyi-nyanyi seperti suara “fead 2 black feat bondan”. “Hmmm…. Apa begini ya sisi lain kehidupan kampus itu” gumamku dalam hati. Ya…. karena yang ada dipikiranku tentang kampus itu adalah penduduknya (mahasiswa) selalu membawa buku banyak dan tebal di tangannya. Lalu berjalan sendirian dengan cuek dan tak peduli pada sekitarnya. Saat hamper sampai di ILONG Vira menghentikan langkahku dan menunjukkan sms yang ada di handphonenya.
Masuk Vir, dosen uda dateng nih… cepetan..
“Eh…. Uda masuk nih, yuk ke kelas Dira??? Dosen uda datang katanya, barusan Andra sms aku nih” suara Vira berbisik padaku.
“ya sudah ayo kita ke kelas sekarang” balasku dengan berbisik.
Saat semua masuk kelas, lagi-lagi secara tak sengaja aku menemukan Ridwan sedang memperhatikan aku, langsung masing-masing dari kami membuang muka ke arah dosen.
“gila ni cowok, maunya apa sih… apa ada yang salah ya sama dandanan aku, atau aku pernah mencuri dirumahnya kok dia ngeliatin aku dengan mata aneh gitu” pikirku dalam hati.
Dua Minggu kemudian……
Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi esok…
Yang kita tahu hanya menjalankan yang terjadi sekarang agar tidak seburuk kemarin…
Dan kita tidak berhak menghapus kejadian kemarin, melainkan kita jadikan pelajaran dan suatu kenangan untuk cerita esok….
Hidup hanya untuk melakukan hal-hal secara berulang..
Meski berulang, tetap saja…… Manusia hidup tidak untuk berbagi perasaan
Melainkan saling melempar pandangan..
Ini berarti rangkaian kata saja tak dapat mengungkapkan perasaan
Tapi dengan pandangan kita dapat berkomunikasi tentang rasa..
Aku hanya sanggup menguntai kalimat ini untuk mengartikan perasaanku sekarang ini. Yah…. Terlalu susah untuk menceritakan semua yang aku rasa, hingga aku teringat kata seorang temanku di SMA “klo aku mau menulis mungkin hidupku akan menjadi berlembar-lembar novel atau menjadi sinetron yang tak bisa ditebak apa dan kapan episode akhirnya”.
Setiap orang punya cerita, punya syair, punya lukisan, punya tarian di setiap perjalan hidupnya. Dan cerita ku, cerita mu, cerita kalian, cerita mereka tidak akan pernah sama, jikalau sama pasti beda akhirnya.
“Mana yang belum…???”
“Sini biar aku yang lanjutin..!!”
“Hallllllloooowwwww…… apa Dira masih ada di sini..???
Aku merasakan sebuah tangan memegang pundakku dan menggeser tempat dudukku.
Tarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan dengan suara Huffffrrrrttttttttttttttttt……!!!!
“Ada apa sih…??? Ganggu aja nih, g liat aku lagi apa nih..?” tanya ku dingin.
“Memang kamu lagi ngapain sih, dari tadi kita perhatikan kamu melamun terus. Tuh liat laptop uda mati dari tadi tapi masih diliatin aja” jawab Vira.
“Hah..??? masa sih…. Aduh… mana belum aku save lagi” kata ku panik.
“Wah bener-bener deh lo Dir, mana tugas dikumpulin besok, gimana nih Nal??” tanya Vira pada Nallya.
“……….” Diam, bingung dan Muka panik.
“……….” Santai aja dan cuek abis.
“……….” Senyum g jelas.
“Hahahahahahahahahahaha…… uda lah Vir, jangan ngerjain Dira liat tuh mimiknya berjuta rasa…” suara Nallya meledakkan kebingunganku.
“Berjuta rasa???? Permen kaliiiiii haahahahahaha” Vira tertawa puas.
“Sial… kalian berdua ngerjain aku ya ternyata…. Huuuu… awas ya tunggu pembalasanku” ungkap ku dengan kesal tapi malu saat aku tahu bahwa laptop itu hanya rehat sementara jika pemakai tak beraktivitas.
“Hahahahahahahaha” kita bertiga tertawa bersama.
Inilah kegiatan kita di kampus jika sedang absen mata kuliah karena alasan mengerjakan makalah untuk tugas besok. Padahal kita baru 2 minggu menjadi mahasiswi dan nih tugas uda dari 2 minggu yang lalu lho…. Parraaaahhhh….
“Woy…. Dir, kamu belum jawab pertanyaan kita nih” tanya vira setelah kita bertiga capek tertawa.
“Pertanyaan yang mana???” aku balik bertanya sambil mengangkat sebelah alisku.
“Nih anak bener-bener deh….!!!”
“Kamu ngelamunin apa sih..??? uda lah jangan mikirin Ridwan terus, pikirin nih tugas kita besok gimana… hehe pisss…???” Nallya menjawab sambil menatap mataku dan senyum menyindir.
“Ridwan..?? ngapain juga aku ngelamunin dia, kaya g ada yang lebih aneh aja selain dia….” ungkapku membela diri.
“yang bener hahahaha…… jadi selama ini dia aneh toh…. Uda 2 minggu masi belum mencoba mengobrol kamu, apa g pengen kamu…??? Hahaha” Vira meledekku.
“uda ah…. Jangan bahas dia lagi”
“hmmmm….. sebenarnya aku masih bingung sama masa depan aku, aku tidak pernah tau tujuanku, keinginanku, sampai perasaanku sebenarnya” jawabku.
Nallya dan Vira mendengarkan penuh perhatian.
“Aku bingung sama hidupku, karena itu juga aku g ingin kita bahas Ridwan dulu, aku senang kok dia selalu memperhatikan aku atau mungkin jika dia ada rasa sama aku tapi di lain sisi aku merasa tidak pantas bangga atas itu semua, aku ini bukan apa-apa, dia terlalu aneh buat aku, hehehe… karena itulah aku belum mencoba menyapa dan ngobrol sama dia..” lanjut ku dengan kepala menunduk dan menahan senyum agar kebohonganku tak terlihat oleh Nallya dan Vira.
“udah Dir, tenang aja ya…. Nanti kita bantu, kan kita teman gitu” ucap Vira pada ku.
“Thanks Guys… kalian memang teman baikku, g salah aku pilih teman hahaha” ungkapku dengan ceria dan tersenyum.
“udah yuk pulang, perpus uda mau tutup nih… “ lanjutku sambil memperlihatkan jam ditanganku pada mereka berdua.
Mereka setuju dan lupa dari rasa penasaran mereka tentang lamunanku tadi. Akhirnya kita pun kembali ke rumah masing-masing.
Lelahku slalu memandangmu
Namun ku hanya bisa tersenyum
Lelah ku slalu menunggumu
Tiada satu kata untukku
Semua yang terasa bahagiakanku
Mungkin kau yang bisa sejukkan aku selamanya….
Ku dengar lirik after pada saluran radio UG, “Jadi teringat Ridwan, sedang apa ya dia??” pikirku. “Ridwan apa kamu tahu jika aku tersiksa selama 2 minggu ini karena ulahmu, mengapa kau berhenti saat aku mulai merasakannya, merasakan sesuatu yang tak jelas, yang menumbuhkan tanda tanya besar dalam diriku”. Aku mengeluh sambil mengingat sesuatu.
Ungkapkanlah semua isi dihatimu bila kau ingikan aku
Katakanlah segera jangan terlalu lama
Karena ku butuh cinta….
Mungkinkah aku terus menunggumu, atau sebaiknya aku yang memulainya duluan…
Tapi bagaimana jika rasamu atau rasaku ternyata berbeda…
Atau apa yang harus aku lakukan jika rasa ini benar…
Ridwan… aku ingin penjelasan darimu, aku ingin kita berjalan seharian sambil mengutarakan apa yang terjadi sebenarnya… selama 2 minggu ini….
Tidak inginkah kamu berhenti menyiksa hatiku… tidak inginkah kamu tahu hatiku….
Apa kamu sudah bosan karena aku tak pernah menyapa dan mengobrol dengan dirimu saat aku di depanmu, di sebelahmu atau di belakangmu..
Ridwan… apa sebenarnya yang kamu cari… dan yang kamu tunggu dari aku.
Dan apa sebenarnya yang aku rasakan ini, hanya sebuah simpati atau perasaan kagum saja…
Rasa penasaran apa ini…
“Dir, temani aku nunggu Nallya ya di BPR (Bawah Pohon Rindang/ tempat duduk untuk ngumpul atau janjian) sebelum kelas masuk” Sapa Vira saat kita bertemu di Gerbang Kampus.
“Ok, sob…” jawabku santai.
Tin…..tin…. suara klakson motor menyapa kami yang sedang duduk, tapi aku tak melihat dari mana asal suara itu karena novel yang aku baca sedang asik.
“Hai… Vir, ngapain di sini…?? G ke kelas??” teriak si pengendara motor yang sedang menghampiri kami. Aku tetap tak berharap ingin tahu siapa orang itu.
“lagi nunggu Nallya nih, kamu sendiri kenapa g cepat-cepat parkir tuh motor kan tinggal 5 menit lagi kita masuk lho..” balas Vira dengan teriak juga.
“Ssstttttt….. g pake teriak g bisa apa kalian!!!” protes ku sambil memegang kuping dan tersadar ketika pegendara motor itu sudah ada di hadapan kita berdua.
“be……ri….sik……tau” lanjut ku dengan gugup saat pengendara motor itu membuka helm yang menutupi kepalanya tadi. Aduh kenapa aku jadi grogi gini, kacau nih…, “lebih baik aku beli air minum dulu ah” pikirku dalam hati.
“Vir, aku beli aqua dulu ya ke depan… haus ni, ok..” ungkapku sambil berdiri.
“ye…. Sini dulu lah, kenalin Wan ni Dira teman sekelas kita” Vira memegang tangan ku dan mengarahkanya pada pengendara itu untuk berkenalan.
“Ridwan….” Sapa pengendara itu membalas jabatan tanganku.
“sial ni Vira, uda kenal tw masa 2 minggu baru kenalan sekarang sih, bikin malu aja deh….” gerutuku dalam hati.
“Sal….di….ra….” balas ku dengan grogi. Ya Allah mimpi apa aku semalam, kenapa aku mesti grogi gini kan malu. Padahal sudah 2 minggu ini aku maenantikan saat seperti ini hehehe……
“aku beli minum dulu ya… uda haus banget nih…. Kalian mw nitip g???” tawar ku pada mereka.
“iya aku mw satu gelas ya” jawab Ridwan dingin.
“baiklah klo gitu…” jawabku sambil melangkah menjauhi mereka.
Lalu aku menoleh ke arah Vira dan berkata “O iy Vir, tunggu aku ya” pinta ku pada Vira.
Huh…. Bodohnya aku, kenapa aku mesti grogi sih… kenapa juga aku mesti menghindar dengan alasan beli minum, padahal kan ini lagi gerimis… huft…..
Saat aku kembali dari membeli minuman ternyata Ridwan sudah tidak ada, yang terlihat hanya Vira dan Nallya.
“nih minumnya….” Entah kenapa aku menawarkan minum pada mereka dengan rasa kecewa yang muncul tiba-tiba.
“kenapa kamu Dir?? Eh….punya Ridwan kamu bawa aja dulu, dia lagi parkir motor nanti ksi di kelas aja katanya”. Vira menjelaskan.
Hah….. apa-apa-an dia, masa aku harus kasi nih minuman sama dia sih… ah lebih baik aku alasan aja ke toilet, jadi biar Vira yang kasi deh hehehe…
Saat mata kuliah terakhir dosen masuk kelas hanya 30 menit, ya sekedar perkenalan saja. Jadi kita pulang cepat deh. Wow senangnya….. bisa lansung meluncur ke 21 nih sama Vira & Nallya dan pastinya tidak jadi pulang malam deh.
Setelah kelas bubar aku dan yang lain langsung keluar dan menuruni tangga.
“hai… vir jadi g kita nonton nih??” tanya ku pada Vira.
“sorry…. Dir aku g bisa nemenin kamu nonton nih, coz ada urusan sama pacar ku nih”. Jawab Vira.
“Oooo…. Ya uda g apa-apa kok, kamu Nallya gimana??” tanyaku pada Nallya.
“Hmmm….aku bisa sih tapi….” Jawabnya ragu.
“tapi aku mw mengantar mamaku dulu ke acara arisan keluarga nih” lanjutnya.
“hah…?? Yauda kalau begitu lain kali saja kita nontonnya deh, sebaiknya aku pulang aja melepas rasa kangenku sama mama, hehehe” ungkapku.
“beneran nih g apa Dir?? Mw diantar sampe depan g??”. tanya Vira dan Nallya bersamaan.
“beneran g apa-apa kok, tenang aja lah…. No problem, uda g usah diantar nanti kalian telat loh sama janjinya”.balasku.
“Ya uda deh kalau gitu… Bye..” Vira mengakhirinya.
Tapi entah kenapa tiba-tiba Vira berkata pada seseorang di belakang kami.
“Hey…. Kita titip Dira ya sama kamu, temenin dia jalan ke depan dan anterin sampai dia bener-bener naik angkutan ya….” Ucap Vira pada orang itu.
Aku bingung dan penasaran siapa sih orang itu, dan akhirnya akupun menoleh ke belakang dan tiba-tiba aku seperti tidak kuat untuk berjalan, detak jantungku bergetar cepat. Kenapa Viraaaaaa…….. kenapa harus RIDWAN lagi sih… ini menyebalkan….
Ku lihat Ridwan tersenyum dan membalas ucapan Vira “Oke Vir”.
“Ayo Dir, bareng ke depan…” suara Ridwan menegurku dingin dan cuek.
“Hati-hati ya Dir, dah….” Nallya berkata padaku.
“Bye…. Bye…” Vira melanjutkan.
“Bye… juga” jawabku dingin.
Akhirnya aku dan Ridwan jalan ke depan menuju gerbang tapi tiba-tiba dia menyuruhku berhenti dan bertanya padaku.
“Dira… rumah kamu dimana??? aku antar y??” tanyanya mengagetkan aku.
“…………..” bingung mw jawab apa.
“Dir, gimana??” tanyanya lagi.
“hah…?? Apa??? Kenapa?? Maaf aku g dengar nih??”dengan bingung aku menjawab seadanya (pastinya jawaban g jelas).
“yah dia tanya balik, ya uda kamu tunggu sini ya. Aku ambil motor dulu.” Jelasnya dengan pelan karena aku masih diam. Refleks ku pegang tangannya dan berkata “ja…. Ja…ngan……………..” hanya ini yang keluar dari bibirku.
“uda tenang aja, aku g akan lama kok ambilnya, Cuma 3 menit, atau kamu ikut ke parkiran ambil motor”. Jawabnya sambil senyum dan melepas tanganku lembut.
Aduh….ada apa sama aku sih… kenapa mesti gugup, ahhhhhhhh….. gimana nih, kalau aku ikut nanti dia piker aku penakut lagi, kalau aku langsung pulang saja nanti dia berpikiran yang bukan-bukan lagi. Kalau aku pulang sama dia nanti dia repot lagi, kan rumahku jauh. Apa aku alasan saja ya mamaku menjemputku. Tapi kasian nanti dia gimana.. huft…..
Tin…tin…. Sebuah motor berhenti disampingku, Ridwan menawarkan helm dan memintaku segera naik dibelakangnya.
“pegang aku erat-erat ya” katanya sambil menarik kedua tanganku untuk melingkar di pinggangnya.
“……………….” Kacauuuuuuuu.
Setelah hari itu aku selalu menghindar jika ada Ridwan. Berjuta alasan aku keluarkan pada Nallya dan Vira untuk dapat menjauh dari Ridwan.
Hingga akhirnya Ridwan meneleponku dengan alasan meminta jawaban tugas buat besok.
“Hallo…. Assalammu ‘alaikum”
“Wa’alaikum salam”
“Apa benar ini nomernya Saldira”
“Iya benar… maaf ini dengan siapa ya…??”
(sepertinya aku kenal nih suara, apa iya dia…??? Tapi mana mungkin dia kan g tahu nomor aku, lagian ngapain juga telepon aku)
“Ini aku Ridwan, Dir….masa g kenal sih sama suaraku hehe”
“hehe Ridwan toh.. ada pa??? tumben kamu telepon nih”
(hah… bener ini Ridwan???? Gilaaa…. ni cowok tahu aja sih nomer hp orang, kalau begini caranya aku harus bersikap pura-pura g tahu dengan dingin aja deh hehehe, semoga sukses)
“g ada apa-apa kok, Cuma mw tanya tugas buat besok saja nih, kamu uda belum Dir.. aku mw nyamain gitu”
“????, bentar ya aku ambi dulu bukunya”
(tumben nanya tugas sama aku, padahal kalau di kelas cueknya minta ampun deh ni cowok… )
“Oke deh”
Aku berlari ke kamar dengan cepat sampai menabrak tembok yang aku pikir itu pintu kamarku. Setelah menemukan yang aku cari aku langsung melanjutkan teleponku tadi.
“Halo…. Ridwan apa masi di sana??”
“Iy masih gimana kamu uda?? Eh ngomong-ngomong aku ganggu g nih Dir??”
“????? Hmmmm…. G kok, tenang aja aku lagi g ada kerjaan“
Pembicaraan ditelepon pun berlangsung lama karena dia banyak bertanya dan minta dijelaskan masalah tugas. Walau kadang-kadang dia bertanya yang membingungkan aku tiba-tiba. Seperti…
“ Dir, besok ke kampus yuk??”
(what???? Ke kampus??? G salah ni anak, kan g ada kuliah gitu besok, apa dia lupa jadwal y…???)
“ngapain??? Kan g ada kuliah??”
“uda jawab aja mau apa tidak itu uda cukup, jangan pake nanya deh”
(wah enak aja ni anak, tapi aku penasaran mw ngapain ya uda deh ikut aja, lagian di rumah juga g ada kerjaan besok)
“oke deh… besok aku ke kampus tapi jam berapa??”
“besok aku jemput kamu di rumah”
“……………??????”
(aduh jadi g enak pake dijemput, ada apa y kira-kira besok di kampus?? Paling juga banyak mahasiswa yang bolak-balik g jelas, atau bawa buku tebal atau yang dandan sok jadi mirip dosen hehe)
“ya udah sekarang istirahat deh kamu uda malam nih…… jangan lupa besok aku jemput kamu di rumah, jadi jangan bangun siang ya… aku malas nunggu”
(uh…. Dasar jelek ni orang, siapa dia berani ngatur begitu, salah sendiri mau jemput, aku aja g minta dia jemput, seharusnya sesuka perutku dong aku mau bangun jam berapa dan berangkat jam berapa, huft… kenapa juga aku mesti bilang dateng ke kampus besok y, SALAH BESAR SEKALI)
“hei….yang minta ditunggu gitu, o y ingat ya aku g minta dijemput jelek”
“iya…..iya…. hehehe, ya uda tunggu aku besok ya say, bye….bye..”
“say…say… sayur apa memangnya….? Iy bye juga deh…” aku mengakhiri dengan sedikit kesal.
(berani sekali dia…..!!!! pertama ngatur aku sekarang bilang “say”, bener-bener cowok yang aneh…… gayanya aja so’ cuek, so’ cool padahal LEBAY ABIZZZZZZ, hahahahahaha)
Tut……tut……tut……tut…… telepon pun berakhir.
Paginya ternyata Ridwan benar-benar menjemput aku dan aku baru sadar kalau hari ini adalah hari minggu. Karena aku bingung dan malu jadi aku ikut aja lah dia ke kampus, hari minggu paling juga g ada apa-apa di kampus, biar dia yang malu salah sendiri ngajak hari libur hehehe…
Tapi ternyata apa yang aku pikirkan salah semua, di hari minggu kampus ternyata rame… g sepi seperti dugaanku. Aduh jadi malu dalam hati nih hehe…
“Ridwan ada acara apa sih di kampus kok rame banget…??? Padahal kan hari minggu” tanyaku penasaran.
“makanya… non… ke kampus tiap hari..!!! hahahaha” ledek Ridwan.
(aku cuma senyum menahan malu)
“Di Kampus kita ini kalau hari minggu rameee karena banyak kegiatan mahasiswa, tuh liat di depan pos satpam banyak yang sedang latihan wushu, di sebelah Gedung 4 juga banyak anak BEM yang lagi berdiskusi buat kegiatan sosial, tuh anak-anak yang pake kemeja itu pada praktikum kebanyakan dari mereka itu orang-orang yang sudah bisa mencari uang sendiri alias uda kerja, trus satu lagi di sana (sambil menunjuk ke depan gerbang)anak-anak jalanan atau pengemis menjadikan kampus ini sebagai tempat latihan mereka yah…. Siapa tahu mereka bisa jadi pemain band atau seniman terkenal hehehe” jelasnya padaku.
“Ooooo….. begitu, tapi yang terakhir tuh kamu menyindir mereka ya hahahahaha”
“hahahahahaha, habis kamu itu masa kampus sendiri g tahu…”
“iya deh…… yang tahu, hihihi”
Kita berduapun bergabung dengan para anak jalanan yang lagi nyanyi di depan kampus. Dan tak ku sangka seorang Ridwan yang cuek menirutku itu ternyata bisa cepat bergabung dengan anak-anak ini, dan kita pun bercanda bersama dan makan bersama mereka, sampai akhirnya Ridwan dan anak-anak ini menyanyikan lagu khusus untukku. Oh……… harus malu atau senang aku saat ini hehehe…
Bila ada di dekatmu
Detak darahku mengencang
Pesona indah dirimu
Buatku mabuk kepayang
Jalan panjang yang kita lalui
bukanlah sebatas mimpi
Baru kini ku merasakan jatuh cinta sesungguhnya
Kau membuat jantung berdebar
Tubuhku bergetar… saat dengar bisikanmu
Kasih… seyummu selalu di hati
Sabarlah menanti ku kan bawa kau pergi
Cerita cinta para pujangga tak seindah kisah kita
Dan tak kan ada yang bisa merangkainya dalam kata-kata
Kau membuat jantung berdebar
Tubuhku bergetar… saat dengar bisikanmu
Kasih… seyummu selalu di hati
Sabarlah menanti ku kan bawa kau pergi
Mereka menyanyikan lagu milik Goliath, Oh…tidak… apa arti sebenarnya lagu ini y, hehe…. Apa benar untuk aku, mereka buat aku salah tingkah nih huhuhuhuhu
hmmm…. Ridwan karena sikap dinginmu itu aku mulai simpati padamu dan dengan sikap yang cuek kamu mengajakku mengenal kampus.
Kamu mengajarkan padaku untuk peduli pada sekitar, menikmati apa yang ada dan terjadi di hadapan kita tidak hanya sekedar menjalankannya saja.
Ridwan… Aku benar-benar menikmati rasa ini, terima kasih Tuhan…… dan terima kasih Ridwan…
Saat aku melamun dan merangkai kata dalam hati, tiba-tiba Ridwan sudah ada di hadapanku… dan memegang tanganku… Oooohhh…. Tidak kenapa aku gugup…… ada apa y???
“Dir…… dari awal perkuliahan aku merasa….” Uncapannya terhenti dan mendadak matanya menatap tajam dan tanpa senyum ke arahku.
“Hmmm???? Serius sekali kamu, ada apa?? Uda cerita aja…” tanyaku dengan bingung.
“aku merasa ada yang membuatku penasaran dengan dirimu, karena aku bingung dengan perasaanku itu akupun bersikap dingin dan cuek atau se-enaknya sama kamu…. Hmmm… maaf y……” Ridwan mengungkapkan isi hatinya dengan jujur.
“iya tenang aja aku tahu kok kalau itu, hehe…… ya uda lah ngapain juga dibahas. Yang penting kita sekarang uda jalan berdua bagiku g ada masalah kok hihhi…” dengan bingung aku menghiburnya.
“bukan itu Dir yang ingin aku dengar dari kamu,,,” ucapnya.
“…………………” (aku bingung).
“aku akan tenang jika kamu benar-benar memiliki rasa yang sama denganku, karena aku suka sama kamu, maaf kalau aku menyiksa perasaanmu mungkin” lanjutnya sambil mengusap kepalaku dengan tangannya.
“hufthhhhh…… kamu benar, itulah yang aku tunggu selama ini. Dan ternyata penantianku tidak sia-sia, hehehe”
“jadi…… sekarang kita berdua…” pertanyaanya berhenti karena terpotong olehku…
“Ssssttttt…… kita jalanin aja, biar mengalir seperti air. Kita nikmatin saja yang terjadi, ini akan lebih menyenangkan. Makasih kamu jujur dan telah mengajari aku akan sesuatu Ridwan”
“Hmmmmmm…… baiklah Dir, aku senang sekali rasanya. Tidak salah aku memilihmu hehehehe” ungkapnya.
“memilih aku buat apa…??? Hayo….??? Hehe” tanyaku sambil bergurau.
“memilih kamu untuk aku ajak jalan ke kampus hari minggu ini, hahahahahaha” ungkapnya lagi.
“huuuu…… dasar, kirain buat apa???” gerutuku.
“ye…… kesal dia, ya uda aku buat SALDIRA MULDISTY MENJADI PACARKU…… SEMOGA KITA BERDUA LANGGENG SAMPAI KAKEK NENEK YA…. wkwkwkwkwkwk….” Teriaknya dengan kencang.
“ah malu tau hahahahaha, RIDWAN Jeleeeeeeekekkekkkkkk”
“Cie………… selamat ya kak……” anak-anak tadinya bernyanyi kini mengantri mengucapkan selamat…
“Smoga cepat punya cucu y” canda mereka
“hahahahaha” kita semua tertawa bersama……
Hmmm… ternyata kampus itu berjuta ceritanya, tidak hanya cerita tentang mahasiswa yang selalu belajar untuk dapat gelar sarjana saja. Tapi juga tempat menghibur diri. Banyak kehidupan di dalamnya. Tidak hanya anak-anak yang mondar-mandir membawa buku tebal, membawa laptop, punya mobil keren, pakai drugs dan lain-lain. Tetapi juga ada kegiatan seperti wishu, kumpulan anak-anak yang aktif dengan organisasi kemahsiswaan, mahasiswa yang peduli dengan lingkungan sekitarnya seperti RIDWAN yang bermain, bercanda dan makan bareng anak jalanan…
Pokoknya tidak hanya seputar perkuliahan yang jadi bahan perbincangan, tapi juga seputar cinta, kerja-an, sahabat, musisi jalanan…… huh….. Dan sepandai-pandainya kita bergaul dengan orang, maka akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Dan yang pasti banyak peristiwa yang bisa kita jadikan kenangan dan cerita buat anak-cucu kita nanti hehehe. Mama…… aku sudah membuktikan kalau perkataan mama itu tidak benar, karena di kampus ini aku tidak merasa sendiri, aku merasa seperti SMA sampai-sampai aku berpikir “ternyata masa indah itu bukan saat SMA melainkan saat KULIAH” hehehe. Aku punya teman, sahabat, dan kekasih yang setia membantu dan menghiburku. Terima kasih Mama, karena ucapan mamalah aku menjadi penuh semangat memilih melanjutkan Kuliah di Gunadarma. Dan terima kasih Kalian yang sudah membuat hidupku di kampus jadi lebih bermakna y… terutama Vira, Nallya dan yang penting Ridwan. Semoga hubungan kita benar-benar sampai kakek-nenek y hehehe………
Label: Cerita Ku
Sabtu, 30 Januari 2010
januari....
awal dari sebuah tahun
awal dari menyiapkan diri dan meyakini hal yang akan terjadi
juga awal memulai segalanya dengan pelajaran dari bulan yang lalu....
tahun kemarin adalah kenangan berharga yag tak pantas di buang begitu saja
tahun sekarang juga bukan berarti tahun yang bisa mengganti dan melupakan hal yang terjadi di tahun kemarin..
bulan januari 2010 bagiku adalah bulan berharga, karena awal dari semuanya kembali seperti semula dan awal aku berubah untuk lebih memandang masa depan..
banyak yang tertinggal di tahun lalu tapi aku berharap dapat menemukan kembali di tahun ini,
perjalanan masi panjang tak sepantasnya aku hanya memikirkan cinta..
bagi ku teman adalah yang pertama dari pada cinta, karena tanpa teman kita tak akan mengenal sebuah cinta...
namun tetap ilmu dan karir yang jadi tujuan hidup ku, agar cinta nenek, orang tua dan saudara serta orang terdekat tetap bersinar di setiap hari-hariku...
cinta bisa datang kapan saja dan di mana saja, tapi ilmu dan karir tak akan datan 2 kali...
well.... tetap semangat, aku percaya sama padanya, namun tak mungkin aku barlawanan... aku hanya ingin merubah dirinya karena ENGKAU....
aku percaya dan yakin pada MU...
Semoga bulan februari bisa lebih baik dari januari ini...
Amiin...
Label: Cerita Ku
Rabu, 30 Desember 2009
SuRaT uNtuK SahAbaT
Saat kau tuliskan bahwa aku “penghianat” tergores lah sudah hati ku, aku merasa down… kurasakan batinku sakit… tak pernah aku berpikir untuk jadi seorang penghianat atau seorang yang cari simpati orang-orang untuk menarik perhatian atau agar aku diterima orang lain. Diriku begitu kecewa saat kau tulis kata itu… hingga aku tak terima teleponmu, aku tak mendekatimu, aku tak bicara dengan mu, hmmm….aku jadi bingung harus bagaimana, aku jadi takut untuk berkawan, aku jadi bimbang dalam berkata dan berlaku. Aku orang yang tak bisa melupakan sesuatu begitu saja jika sudah terluka. Mungkin bagi orang lain kata maaf sanggup menenangkan hati, namun bagi ku bukan kata maaf, tapi sikap lah yang buat aku tenang. Kata maaf bisa terucap kapan aja, namun sikap tidak bisa tergambar begitu saja. Butuh proses dan waktu untuk menerima kembali sikap seseorang yang sudah melukai hati ini.
Satu hal yang aku benci selamanya adalah “salah paham”.
“salah paham” buat keadaan yang damai jadi perang.
“salah paham” buat hati yang riang jadi sedih.
“salah paham” buat hati terluka dan saling menjauh.
“salah paham” buat takut untuk memulai suatu hal.
Tak adakah “salah paham” yang buat orang bahagia ????
Meski begitu “salah paham” dapat menjadi pelajaran dalam hidup dan perubaha diri untuk jadi lebih dewasa.
Aku orang yang tak dapat jujur dalam perasaan, kau tahu itu
Entah apa yang kau pikirkan setelah membaca ini. Aku tak ingin kita saling berprasangka. Aku hanya ingin tak ada lagi “salah paham” diantara kita semua.
Aku tak tahu maksud perubahanmu sekarang, yang aku tahu aku merasa kita begitu asing layaknya teman yang baru kita kenal kemarin sore. Aku merasa apa yang kita semua lakukan ini seperti hanya suatu keharusan atau kewajiban bahwa kita ini adalah “kenal dan teman”.
Maaf jika perubahan yang aku lakukan selama ini buat kau “sakit”. Bahkan mungkin kau juga bingung dengan apa yang aku lakukan. Atau mungkin kau tak terima dengan sikap ku ini. Namun hanya ini yang bisa aku lakukan untuk buat kau mengerti dan merubah dirimu (baik dalam berkata atau bersikap). Terima kasih sudah menjadi bagian dalam cerita dan kenangan perjalanan kedewasaan ku. Terima kasih juga untuk semuanya yang terjadi dan menyadarkan aku untuk berubah sikap, untuk suatu kejujuran dan untuk suatu pertemanan.
Pesan ku untuk mu :
Tidak semua hal dapat diceritakan pada kawan,
Tidak setiap hal yang kita lakukan harus kita beri tahu pada kawan,
Kawan punya kepentingan sendiri,
Kawan terkadang butuh waktu untuk sendiri,
Dan kejenuhan sesorang dapat timbul walau sudah berkawan seumur hidup, namun kejenuhan itu bukan berarti dia bosan atau menyesal telah berkawan.
Karena kita sebagai teman adalah tempat saling menghibur, saling membantu saat saling bercerita masalahnya dan saling memberi apa yang kita butuhkan.
(ini arti teman bagiku)
By : fani Y.R.
Label: Cerita Ku
ISI HATI KU
Hujan sore ini mengetuk hati ku…
Keriangan pengamen jalanan, bersorak sambut teriakan langit…
Ingat
Ku ingin seperti mereka…
Meski hujan tetap ingin hibur pemakai jalanan
Tetap berjuang bersama untuk impian esok hari …
Kawan… aku rasakan ada bagian yang hilang saat kita tak bersama
Ku sadar cara ku salah, tapi itu bukan maksud untuk membuat mu sendiri.
Kita berkawan tidak untuk ditinggal begitu saja saat sikap lewati batas diri,
Kita berkawan tidak untuk tidak untuk dengar dan terima saja,
Kita berkawan untuk saling memberi dan bicara
Perubahan itu perlu
Tapi aku rindu akan kebersamaan kita dulu
By : fani Y.R.
Ini untuk kalian yang sudah aku anggap sebagai sahabat, namun karena sesuatu (kalian pasti tahu) aku merasa asing dengan kalian, yah….perubahan yang seperti pa c yang sebenarya harus dirubah. Kala aku sudah mencuba mendekat, tapi senyumynya tak membuatku nyaman. Entah apa yang terjadi selanjutnya, kita tertap bersahabat atau hanya berteman dan lupakan yang pernah terjadi. Aku bingung…….
Label: Cerita Ku

