Sabtu, 26 Januari 2013

Aku ...

saat takdir tak berpihak 
aku masih percaya pada waktu 

saat waktu mulai meragukan aku 
aku masih percaya pada hati 

tapi saat hati tak mampu lagi untuk tersenyum 
aku serasa sebuah karang yang terkikis oleh garam di lautan 

aku yang sebebas merpati 
namun kala badai menghampiri 
aku tak tau arah untuk berteduh 

kau yang awalnya idola hidupku 
kini kau menjadi duri dalam jiwaku 

haruskah ku salahkan sang waktu karena masa lalu mu 
haruskah ku maki sang takdir karena cara mu 

bagai perahu kertas yang berdiri di atas air 
bagai guntur yang tak berhenti meski hujan telah turun 

aku ingin seperti kopi dalam cangkir 
namun kala jenuh menghantui ku 
aku serasa kopi dalam cangkir retak 

namun karena kau adalah penjaga setia ku 
akan ku coba menjadi bintang terang 
walau langit memberontak padaku 
agar kau ingat senyum ku meski gelap datang 

Fani Y Rosyada 
Depok, 26/01/2013 3:51 PM

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Wooowwwww...four thumbs up utk tulisanmu. BTW itu dari kisah nyata atau sekedar tulisan aja...Salut deh pokoknya buat kamu dek..itu puisi ya dek??

~Penggemar Blogmu~
Your Brother-Genzo Wakabayashi-Sidoarjo

Uli mengatakan...

iy puisi kak, tp isenk aja hehehehe,,
jd'a aq dpt A ya bukan D nih hehehehe...
makasiiiiiih banyak kak ;-)

Poskan Komentar